ARTIKEL EVALUASI PEMBELAJARAN




Oleh: Ilham Hendrawan 



FAKULTAS AGAMA ISLAM 
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA



EVALUASI PEMBELAJARAN


A. PENGERTIAN EVALUASI

     Evaluasi memberikan atrti mengukur, melihat, beberapa mana keberhasilan seseorang, menilai dan memberi keputusan (Hairun, 2020), selanjutnya Ten Brink dan Terry D, dalam (Hairun, 2020) memberikan pengertian evaluasi adalah proses mengumpulkan informasi dan menggunakannya sebagai bahan untuk pertimbangan dalam membuat keputusan. Lebih lanjut evaluasi dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan mengukur, menilai, dan membuat keputusan (Hairun, 2020) William A. Mohrens dalam (Asrul, Ananda, & Rosnita, 2015) menyatakan bahwa Evaluasi merupakan proses penggambaran dan penyempurnaan informasi yang berguna untuk menetapkan alternatif.
    Evaluasi bisa mencakup arti tes dan measurement dan bisa juga berarti di luar keduanya. Hasil Evaluasi bisa memberi keputusan yang baik dan bersifat profesional. Seseorang dapat mengevaluasi dengan baik berdasarkan data kuantitatif ataupun kualitatif. Dalam UU no.201/2003 tentang sistem pendidikan nasional bab I pasal I ayat 21 dijelaskan bahwa “evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjamin dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagau bentuk pertanggung jawaban penyelenggaraan pendidikan”, Menurut Guba dan Lincoln (1985:35), Evaluasi adalah “a process for describing an evaluand and judging its merit and worth”. 
     kemudian Gilbert Sax (1980:18) berpendapat bahwa “evaluation is a process through whicha value judgement or decision is made from a variety of observations and from the background and training of the evaluator”. Sedangkan dalam pandangan Gronlund juga melengkapi pendefinisian terhadap evaluasi, dengan menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi dalam rangka menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan pembelajaran.

A. PENGGUNAAN EVALUASI

     Penggunaan yang diperoleh adalah bergantung pada tujuan awal untuk menggunakan evaluasi itu sendiri. Atau tergantung pada tujuan awal melakukan evaluasi pembelajaran. Beberapa contoh antara lain: 
a. Menentukan naik tidaknya atau lulus tidaknya seorang siswa. Hal ini kita dasarkan pada taraf kesiapan dan kesesuaian dengan peraturan kelulusan yang dibuat oleh sekolahan, Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes sumatif. Penentuan ini dilakukan setelah hasil tes tersebut dipadukan dengan hasil tes-tes formatif atau sub sumatif. 
b. Mengadakan remidi dan diagnosa. Dari hasil tes yang telah kita lakukan sehingga kita mengetahui kelemahan siswa, maka langkah berikutnya adalah mencari sebab akibat kelemahan tersebut, kemudian melakukan remedial (penyembuhan). Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes diagnostik. Arag nilai bisa naik dan bisa diperbaiki oleh siswa yang remidi. 
c. Adanya pengulangan pelajaran. Hal ini kita dasarkan pada interpretasi terhadap prestasi kelompok. Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes formatif. 
d. Membangkitkan semangat siswa. Ketika hasil tes ditampilkan, biasanya siswa berminatuntuk tahu, guru dapat memanfaatkan minat yang besar tersebut untuk memberikan motivasi berupa dorongan yang membangun, kepada siswa untuk belajar lebih rajin. Agar menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes formatif. 
e. Memberikan informasi kepada wali murid. Dengan tujuan agar dia memiliki gambaran oyektif tentang perkembangannya, ini adalah tahap akhir, agar wali murid megetahuinya, untuk kemudian menyikapinya. Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes sumatif. Pemberian informasi ini dilakukan setelah hasil tes tersebut dipadukan dengan hasil tes-tes formatif atau sub sumatif sebelumnya.

A. PROSES EVALUASI




A. BENTUK EVALUASI

     Bentuk evaluasi ada dua macam yaitu objektif dan non subjektif. Karena evaluasi adalah sebuah ilmu untuk memberikan informasi agar bisa digunakan untuk membuat keputusan. Dengan demikian, evaluasi itu mencakup pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan tes (testing). Evaluasi juga merupakan sebuah proses yang melibatkan empat hal berikut: pertama, mengumpulkan informasi; kedua, memproses informasi; ketiga, membentuk pertimbangan; dan keempat, membuat keputusan. Berrikut ini berdasarkan para Ahli, bentuk-bentuk evaluasi adalah : 

1. Evaluasi Objektif Tes objektif sering juga disebut tes dikotomi (dichotomously scored item) karena jawabannya antara benar atau salah dan skornya antara 1 atau 0. Disebut tes objektif karena penilaiannya objektif. Siapa pun yang mengoreksi jawaban tes objektif hasilnya akan sama karena kunci jawabannya sudah jelas dan pasti. Tes objektif menuntut peserta didik untuk memilih jawaban yang benar di antara kemungkinan jawaban yang telah disediakan, memberikan jawaban singkat, dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi, seperti mengingat, mengenal, pengertian, dan penerapan prinsip-prinsip (Arifin, 2009:135).
 2. Evaluasi Subjektif Adalah pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Maka dalam tes dituntut kemampuan peserta didik untuk menggeneralisasikan gagasannya melalui bahasa tulisan sehingga tipe soal subyektif lebih bersifat power test. Jumlah soal-soal bentuk subyektif biasanya tidak banyak, hanya sekitar 5-10 buah soal dalam waktu kurang lebih 90-120 menit. Soal-soal bentuk ini menuntut kemampuan peserta didik untuk dapat mengorganisir, menginterpretasi, dan menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimilik.


A. KESIMPULAN

     Evaluasi adalah sebuah proses memberikan pertimbangan berkaitan arti dan nilai atas suatu tingkatan prestasi suatu proses pembelajarang di sekolah berupa, aktivitas, produk, maupun program ekstra sekolah, dan lain-lain. Pemberian pertimbangan tentang sesuatu yang bersifat internal. Sementara itu pemberian pertimbangan tentang nilai menyangkut sesuatu yang bersifat eksternal. Sebagai ilustrasi kalau kita mengevaluasi seorang yang tampan, pada pespektif ini perlu diketahui, perlu diamati berat badannya, tingginya, wajahnya, warna kulitnya, pakaiannya, dan lain-lain. Sementara pertimbangan tentang nilai menyangkut kepedulian laki-laki itu seperti apa terhadap lingkungan,s eperti karya yang pernah dibuat, prestasi apa yang pernah diraih. Agar dapat mengetahui pertimbangan tentang arti dan nilai diperlukan informasi atau data, maka dilakukan pengukuran (tes sebagai salah satu teknik pengumpulan data dalam pengukuran) dan penilaian. Dengan demikian, bisa dinyatakan bahwa evaluasi itu sebuah konsep yang muncul sebagai sebuah proses pengujian, pengukuran, dan penilaian. Tujuan utamanya adalah rekomendasi komprehensif atas dasar informasi atau data yang teranalisis.

A. DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Ratnawulan,Elis dan Rusdiana. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia

Sudjana, Nana. 2014. Penilaian Hasil Proses Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 

Arikunto, Suharsimi. 2005. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Erlangga 

Sukardi, M. 2011. Evaluasi Pendidikan Prinsip & Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara

https://media.neliti.com/media/publications/113918-ID-kepemimpinan-kepala-sekolah-yang-efektif. Diakses pada 05 Juli 2021 pukul 22.30 

https://media.neliti.com/media/publications/70270-ID-kompetensi-kepala-sekolah-sebagai-superv, Dikases pada 05 Juli 2021 pukul 18.23 

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PENDIDIKAN/196105011986011ZAINAL_ARIFIN/Silabus_Evaluasi_Pembelajaran/SLIDE_EVALUASI_PEMBELAJARAN/SLIDE_BARU, Diakses pada 06 Juli 08.00
















Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Peran Teknologi dalam Pembelajaran diEra Globalisasi (Oleh:Ilham Hendrawan)